Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim Yang Wajib Ditiru

Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim Yang Wajib Ditiru

Banyak yang bisa dipetik sebagai pelajaran dari perjalanan hidup para utusan Allah, tidak terkecuali kisah keteladanan Nabi Ibrahim. Gelar Khalilullah (Kekasih Allah) menjadi bukti betapa agung dan tinggi derajat beliau. Nama-namanya juga sering disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Ceritanya patut dijadikan panutan.

Nabi Ibrahim juga memiliki sandangan Ulul Azmi bersama keempat rasul lainnya. Ayah dari Nabi Ismail (bersama Siti Hajar) dan Nabi Ishaq (bersama Siti Sarah) ini terkenal akan kesabaran serta ketaatannya pada Dzat Pencipta Alam Semesta, Allah Subhananu Wa Ta’ala. Banyak suri tauladan dalam diri beliau.

1. Iman yang Kokoh

Satu waktu, raja dzalim yang hidup pada masa itu bermimpi bahwa akan lahir seorang anak yang kelak akan menghancurkan pemerintahannya. Oleh karena itulah setiap bayi laki-laki yang dilahirkan harus dibunuh. Ibu Nabi Ibrahim membawanya ke hutan agar putranya itu selamat.

Setelah besar, barulah Ibrahim muda kembali ke kampung halaman. Betapa terkejutnya ia melihat bermacam patung yang dijadikan sebagai sesembahan. Bahkan, ayahnya sendiri adalah seorang pemahat terkenal di daerahnya. Muncullah pertanyaan dalam benaknya, manakah Tuhan yang sebenarnya.

Nabi Ibrahim mendapat pentujuk, bahwa Allah-lah yang harus disembah dan hanya satu-satunya. Di tengah-tengah kaum penyembah berhala itu, imannya tidak pernah goyah, tetap berpegang teguh pada yang benar. Enggan berpaling, sekalipun ayahnya sendiri tidak mau iman sampai akhir hidupnya.

2. Sosok yang Berani

Keberanian Nabi Ibrahim dikisahkan dalam Al-Qur’an surah Al-Anbiya. Untuk menentang ajaran-ajaran penyembah berhala itu, beliau masuk ke kawasan istana dan menghancurkan semua patung kecuali yang terbesar. Lalu dikalungkannya kapak yang digunakan tadi pada patung tersebut.

Raja Namrud marah besar. Bersama kaumnya, ia menuju pada Nabi Ibrahim. Tidak ada ketakutan sama sekali. Bahkan beliau berkata, bahwa yang menghancurkan berhala itu bukanlah dirinya, melainkan si patung besar itu. Nabi Ibrahim menyuruhnya untuk bertanya sendiri, namun sesembahan itu tidak bisa mendengar ataupun berbicara.

TRENDING:  Ini Cara Menghadapi Tetangga yang Jahat Menurut Islam

3. Cerdas

Yang bisa dicontoh dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim selanjutnya adalah pribadinya sangat cerdas dalam menyelesaikan masalah. Ketika para kaum sadar bahwa yang disembah tidak bisa apa-apa, Raja Namrud semakin takut jika banyak yang mengikuti ajaran beliau.

Saat kemurkaan Raja Namrud bertambah besar, ia mengajukan pertanyaan sulit yang kesemuanya bisa dijawab dengan mudah. Banyak pengikutnya yang memilih berpaling dari raja dzalim tersebut. Sebab itulah Nabi Ibrahim akan dibakar hidup-hidup.

4. Tawakal

Tawakal merupakan sebutan bagi orang-orang yang berserah diri pada Allah. Dan itulah yang dilakukan Nabi Ibrahim saat akan dilemparkan pada perapian berkobar-kobar buatan Raja Namrud. Melalui mukjizat Allah, api panas tersebut menjadi dingin dan tidak bisa membakar Abul Anbiya tersebut.

Wujud tawakal dari Nabi Ibrahim yang lain adalah saat meninggalkan istri dan anaknya, Ismail di tempat tandus tanpa air ketika hijrah dari tanah kelahirannya menuju Makkah. Hanya sedikit makanan yang ditinggalkan. Namun beliau dan Siti Sarah percaya bahwa Allah tidak akan membiarkannya.

5. Taat Kepada Allah

Ketaatan Nabi Ibrahim tidak perlu ditanyakan lagi. Setelah bertahun-tahun meninggalkan istri dan anaknya tersebut, beliau kembali dan mencari Ismail untuk melaksanakan perintah Allah guna membangun tempat ibadah, yang saat ini dikenal dengan Ka’bah. Hal ini dikisahkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 127.

Bentuk taat beliau yang lain yaitu saat mendapat mimpi untuk menyembelih putra tercintanya. Ismail yang tahu bahwa itu perintah Allah hanya menurut dan menyuruh ayahnya melakukannya. Saat akan disembelih, ternyata Allah menggantinya dengan seekor domba. Kisah ini menjadi dasar Hari Raya Idul Adha atau qurban.

Itulah kisah keteladanan Nabi Ibrahim yang dapat dijadikan sebagi suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap taat dan tegasnya sebagai seorang utusan Allah, pemimpin, beserta ayah sangat patut ditiru.

TRENDING:  5 Manfaat Rahasia Bismillah Nabi Sulaiman, Yuk, Baca Sebelum Beraktivitas

Daftar Isi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *