Nilai Sabar di Balik Kisah Keteladanan Nabi Yunus

Nilai Sabar di Balik Kisah Keteladanan Nabi Yunus

Perjalanan hidup para utusan Allah sudah dituangkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satunya kisah keteladanan Nabi Yunus yang patut diceritakan pada anak-anak agar memiliki sikap dan sifat yang tercermin dari tingkah laku beliau. Beberapa surah yang menjelaskannya antara lain, Al-Anbiya, Yunus, Ash-Shaffat, dan Nun.

Yunus alaihissalam adalah anak laki-laki Matta yang merupakan keturunan dari Benyamin bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Beliau diutus Allah kepada orang Assyiria di Kota Nainawi, Mausul untuk mengajak tauhid dan menyembah Allah. Namun banyak kejadian yang dapat dipetik hikmahnya.

1. Selalu Sabar Saat Berdakwah

Kaum Nainawi sulit meninggalkan ajaran nenek moyangnya karena sifat keras kepalanya. Selain itu selalu mengolok-olok dan membangkang saat diajak Nabi Yunus untuk menuju ke jalan kebenaran.

Bertahun-tahun Rasul Allah itu berdakwah dan tidak banyak yang mengikuti seruannya. Selama itu pula beliau selalu sabar menyerukan bahwa agama dari Rabb yang harus diikuti. Rubil dan Tanukh merupakan dua orang yang menjadi pengikutnya dengan sifat mulai masing-masing.

2. Tidak Tergesa-gesa

Kaum Nainawi mengatakan bahwa Nabi Yunus berasal dari keturunan yang berbeda dengannya sehingga tidak mau mengikuti. Utusan Allah itu menjadi putus asa. Beliau berkata bahwa akan ditimpakan azab bagi orang-orang pembangkang itu. Putra Matta tersebut memutuskan untuk keluar dari tanah Mausul padahal Allah belum memberi izin.

Setelah ditinggal Nabi Yunus, kaun Nainawi merasa khawatir sebab azab Allah itu nyata adanya. Orang itu berbondong-bondong untuk bertaubat, memohon ampun. Bahkan ibu dan anak dipisahkan agar doa-doa terdengar dengan suara yang kencang. Nabi Yunus juga dicari, namun sudah terlanjur meninggalkan kaum tersebut.

3. Selalu Mengingat Allah

Saat meninggalkan kaumnya, Nabi Yunus melihat sebuah perahu di tepi pantai. Beliau ikut menumpanginya. Kapal tersebut bermuatan penuh di antara badai yang menyerang. Semua orang berunding dan melakukan undian untuk menentukan yang harus keluar agar tumpangan tersebut bisa diselamatkan.

TRENDING:  Bagaimana Hukum Menggabungkan 2 Niat Puasa Sunnah

Berkali-kali nama Nabi Yunus yang keluar. Beliau pasrah dan menerima saat diceburkan ke laut. Malangnya putra Matta tersebut, seekor ikan bernama Nun (Paus) menelannya. Di tengah kesulitan itulah, Allah masih ada dalam hatinya dan tidak sekalipun hilang. Hal ini dikisahkan dalam Surah Ash-Shaafat ayat 143-144.

4. Kembali Pada Allah

Pelajaran berikutnya yang dapat diambil dari kisah keteladanan Nabi Yunus alaihissalam adalah bagaimana tetap sabar meskipun dicoba oleh Allah SWT. Ketika di dalam perut ikan, beliau merasa bersalah sebab telah lalai dari kaumnya dan memohon ampun atas perbuatannya tersebut.

Tanpa makanan dan di tengah kegelapan pula beliau terus bertasbih, membasahi bibir dengan asma-asma Allah. Beliau bersabar atas apa yang ditimpakan padanya. Hingga Dzat Yang Maha Kuasa mengeluarkannya dari perut ikan, membuatnya terdampar di sebuah pesisir. Lalu ditanamlah labu guna makan dan mengisi tenaga.

5. Doa Nabi Yunus

Ketika berada di perut ikan, ada satu doa yang diulang-ulang hingga saat ini masih sering didengengunkan oleh banyak orang. Kalimat tauhid itu berbunyi, “laa ilaha illa Anta, subhanaka inni kuntu minadz dzolimiin.”

Setelah memulihkan tenaga, Nabi Yunus kembali pada kaum Nainawi. Betapa terkejutnya beliau, sebab orang-orang sudah bertaubat dan mengakui keesan Allah. Lalu Nabi Yunus mengajarinya tauhid, menuntun pada jalan kebenaran.

Demikian kisah keteladanan Nabi Yunus yang bisa diambil hikmahnya dan dijadikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ketinggalan doa yang dipanjatkan jika diberi kesulitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *